Home / Budaya / Pulau Burung

Pulau Burung

Salah satu cagar alam yang ada di Indonesia adalah cagar alam Pulau Burung, Banten. Letak Pulau Burung ini berada di Teluk Banten, sebelah utara Kota Serang atau sebelah Tenggara kawasan Banten Lama. Untuk menjawab rasa penasaran Anda tentang cagar alam ini. Berikut adalah ulasan sejarah dan letak cagar alam pulau burung.

Keindahan-Pulau-BurungCagar alam burung berada di Pulau Dua yang terletak di Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, tepatnya di lepas Pantai Utara Banten. Cagar alam ini lebih dikenal dengan nama Pulau Burung.

Adapun letak geografis Pulau Dua adalah 106°-21’ BT dan 6°01 LS dengan curah hujan rata-rata 1500-2000 mm per tahun yang terbasah. Untuk menuju cagar alam pulau burung tidak terlalu susah. Sebab cagar alam yang berada di Pulau Dua ini merupakan daerah pesisir yang dekat dengan pusat kota.

Jalur tempuh yang bisa kita lalui adalah dari Jakarta keluar gerbang ol Serang Timur ambil arah ke kanan, yaitu arah Banten Lama atau Karisedenan Banten. Sebelum jembatan ambillah arah ke ke kanan menuju Sawah Luhur. Dari Serang menuju Sawah Luhur dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 30 menit.

Peta Pulau Burung dari Serang sendiri adalah berada di kecamatan Kasemen. Dinamakan pulau Burung adalah sebab ada banyak ribuan burung dari berbagai tempat, seperti Asia, Australia, bahkan Afrika yang singgah di Pulau Dua. Tapi kehadiran burung-burung ini hanya ada pada bukan-bulan tertentu, biasanya Maret hingga Agustus. Jadi, tak heran jika Pulau Dua disebut-sebut sebagai surganya bagi pecinta burung.

Burung-burung tersebut berdatangan ke Pulau Dua untuk menghindari cuaca dingin yang sedang terjadi di daerahnya. Di Pulau Dua inilah biasanya burung-burung ikut berkembang biak sebelum akhirnya kembali lagi ke tempat asal mereka.

Pulau Burung  ini terpisah dari Pulau Jawa dengan selat selebar 500m.

Pulau Dua atau Pulau Burung ini dahulu hanya berupa gundukan tanah yang luasnya hanya sekitar 8 hektar. Namun setiap tahunnya dataran ini kian hari kian bertambah hingga akhirnya menyatu dengan Pula Jawa dan luasnya sekarang mencapai 30 hektar.

Pulau-Burung-BangkaTepatnya pada tanggal 26 Desember 1984, pemerintah melalui keputusan Menteri Kehutanan. Pada saat itu yang menjabat adalah Soejarwo dari Kabinet Pembangunan IV mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : 253/KptsII/1984. Surat ini berisi untuk melakukan perlindungan terhadap burung dan habitatnya serta perluasan lokasi yang pada awalnya hanya sekitar 8 Ha menjadi 30 Ha.

Hingga akhirnya mulai tahun 1984, daratan yang bertambah itu menjadi bagian dari Cagar Alam Pulau Dua. Cagar alam Pulau Dua ini dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat. Adapun dinamakan pulau Burung sendiri, ya karena di tempat ini terdapat banyak sekali burung-burung yang berdatangan ke pulau ini.

Jumlah burung yang ada di pulau ini sendiri sekitar lebih dari 14 ribu ekor dari 108 jenis dengan jumlah yang migran sekitar 29 jenis. Burung migran tersebut adalah pindahan dari Australia, Jepang, atau Hong Kong untuk sekadar mencari makan dan menghindari musim di dingin di tempatnya.

Sumber : www.tempatwisataindonesia.id

About Puspa Baresi

Announcer, Producer, Digital Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com