Home / Wisata / Legenda Rumah Si Pitung

Legenda Rumah Si Pitung

Pernahkah kamu mendengar legenda tentang Si Pitung? Cerita mengenai jawara asli Betawi ini seperti layaknya kisah Robinhood. Dan kisah itu dituangkan pada sebuah rumah yang konon katanya adalah rumah Si Pitung. Berdasarkan peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 9 tahun 1999, Rumah Si Pitung ini telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya.

Pitung adalah tokoh jawara dari tanah Betawi. Menurut cerita yang dipercayai oleh penduduk setempat, Pitung lahir pada tahun 1866 di Tangerang dari seorang Ayah yang berasal dari Kampung Cikoneng dan Ibu dari Rawa Belong. Ia adalah seorang perampok yang bergabung dengan para pemberontak pada masa penjajahan Kolonial Belanda yang saat itu menguasai Batavia. Ia suka merampok saudagar-saudagar kaya dan hasilnya rampokannya itu digunakan untuk biaya perjuangan melawan penjajah. Hingga pada suatu saat, ia merampok salah satu rumah saudagar ikan yang kaya raya di Kampung Marunda yaitu Haji Saifudin. Rumah itu kini dikenal dengan “Rumah Si Pitung”. Namun demikian, ada yang mengatakan bahwa Pitung merampok, tapi ada juga yang mengatakan mereka telah bekerja sama untuk mendanai perjuangan. Konspirasi itulah yang menarik dan kini bangunan itu menjadi saksi bisu Robinhood dari betawi ini.

Meskipun legenda Si Pitung berasal dari tanah Betawi tapi rumah yang dikenal sebagai Rumah Si Pitung ini tidak menyerupai rumah adat Betawi melainkan rumah panggung dengan gaya arsitektur Bugis, yang sesuai dengan kondisi wilayah pesisir Jakarta yang sering dilanda rob akibat air laut pasang. Rumah Si Pitung hanya berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai, oleh karenanya rumah ini mengusung tema rumah panggung.

Rumah panggung ini berdiri di atas lahan seluas 700 meter persegi dan diperkirakan di bangun pada awal abad ke-19. Rumah ini terbuat dari kayu dengan ukuran 15 meter x 15 meter dan ditopang oleh 40 buah tiang setinggi 2 meter. Untuk mempertahankan dari serangan rob maka bangunan ini ditempatkan di atas landasan beton setinggi 50 cm. Sebelum memasuki rumah induk yang identik dengan Rumah Si Pitung, pengunjung harus mengisi buku tamu terlebih dahulu yang dijaga oleh satu orang petugas. Kemudian, barulah Anda dapat mengeksplor setiap sudut keunikan dari rumah panggung ini. Rumah ini di dominasi oleh warna merah delima dan warna coklat pada lantainya yang terbuat dari kayu juga. Di dalam terlihat ada perabotan seperti kursi, meja, lukisan, tempat tidur, meja rias dan lain-lainnya.

Rumah Si Pitung ini terletak di Jl. Kampung Marunda Pulo, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Untuk menjangkaunya, dari Tanjung Priok naik metro Mini U23 jurusan Tanjung Priok-Cilincing, kemudian turun di Cilincing dan naik angkot merah KWK U05 jurusan Cilincing-Bulak Turi, kemudian turun di depan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda. Kemudian telusuri jalan kecil di samping STIP menuju arah pantai hingga bertemu dengan jembatan yang dilintasi sungai Blencong. Jalan terus sekitar 300 meter.

Sumber : www.jakarta.panduanwisata.com

About Puspa Baresi

Announcer, Producer, Digital Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com