Home / Budaya / Lang Ulangan di Adat Perkawinan Mabang Handak di Kayuagung

Lang Ulangan di Adat Perkawinan Mabang Handak di Kayuagung

Lang-ulangan adalah mengembalikan barang pinjaman/sewaan. Dan ini merupakan bagian dari tahapan adat perkawinan Mabang Handak di Kayuagung.

Kayuagung adalah kecamatan yang merupakan ibu kota dari kabupaten Ogan Komering Ilir yang terdiri dari 11 kelurahan dan 14 desa-desa lainnya, di mana masyarakatnya memiliki adat-istiadat dan kebudayaan yang berbeda dari masing-masing daerah. Salah satu kebudayaan yang terdapat di kecamatan Kayuagung adalah Budaya Midang.

Midang awalnya menggambarkan kemulian ritual perkawinan adat Mabang Handak atau Burung Putih sebagai berakhirnya masa bujang dan gadis. Upacara adat perkawinan Mabang Handak merupakan upacara adat yang penuh beradat. Adat ini di mulai dari adat peminangan terlebih dahulu sampai pelaksanaan sedekahnya. Proses tata urutan tahapan upacara Mabang Handak sebagai berikut:

  1. Maju dan bengiyan ngulom bobon morgesiwe (kedua mempelai mengajak sanak famili)
  2. Sorah gawi ke proatin (menyerahkan kerjaan keperangkat lurah)
  3. Kilu woli nikah (minta wali nikah)
  4. Ningkok (sanak famili, proatin dan mempelai kumpul)
  5. Mendirikan tarup (mendirikan tenda)
  6. Ngebengiankon (minta bantuan tenaga dari anak menantu)
  7. Nyuak dan Ngulom (mengundang)
  8. Ngantat oban sow-sow (mengantar kue dan rempah)
  9. Pati sapi (manyembelih sapi)
  10. Ngantat perkurangan (mengantar makanan)
  11. Midang
  12. Mulah (hari memasak)
  13. Turgi (pesta)
  14. Upacara ngarak pacar
  15. Adat anan tuwoi (menyerahkan mempelai perempuan)
  16. Adat lang-ulangan (mengembalikan barang pinjaman)
  17. Anan tuwoi maju (mempelai perempuan tidur di rumah orang tuanya 2 malam)
  18. Ngulangkon pukal (yang menjadi pendamping mempelai)

Adat lang – ulangan sendiri yang artinya mengembalikan barang pinjaman. Dalam hal ini kedua mempelai saatnya untuk mengembalikan apa-apa saja barang yang dipinjam dari tetangga maupun dari sanak keluarga, demi terselenggaranya perkawinan. Tentunya setelah adat Mabang Handak selesai, atau tepatnya setelah adat anan tuwoi (menyerahkan mempelai perempuan) dilakukan.

Upacara adat Mabang Handak ini melibatkan banyak keluarga, kaum kerabat dan tenaga yang banyak serta dana yang cukup besar untuk pelaksanaan pesta. Upacara mabang handak ini juga diperlukan waktu 3 hari 3 malam.

Sumber : www.tuanhery.blogspot.co.id | www.morgesiwe.com

 

About Puspa Baresi

Announcer, Producer, Digital Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com