Home / Digital / Keseimbangan Pajak Bisnis Digital

Keseimbangan Pajak Bisnis Digital

39402845pPemerintah Indonesia akan mengusulkan penyeimbangan hak pemajakan bisnis digital antar negara kepada anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Usulan ini dilayangkan karena selama ini banyak potensi pajak negara berkembang hilang dari pajak bisnis digital.

Bahkan, menurut Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak Poltak Maruli John Liberty Hutagaol, potensi pajak yang hilang di negara berkembang tiap tahunnya mencapai sekitar US$ 200 miliar. Hilangnya potensi penerimaan pajak di negara berkembang tersebut disebabkan oleh upaya profit shifting. Salah satunya dari ekonomi digital dan perbedaan struktur dan tarif pajak antar negara, katanya, belum lama ini.

Menurut John, Indonesia sebagai salah satu anggota dari the inclusive framework on BEPS telah membentuk tim kerja untuk merumuskan formula pajak bagi bisnis digital. Nantinya akan ada penelitian mengenai dampak bisnis model dan value chain yang dipicu perkembangan TI. Hasil kajian itu akan disampaikan oleh tim kerja pada pertemuan OECD pada Juni 2017 mendatang di Belanda.

Penciptaan keseimbangan hak pemajakan antar negara berkembang dan negara maju terkait dengan pendapatan bisnis yang dihasilkan dari kegiatan digital economy, contohnya over the top (OTT), e-commerce, dan sebagainya, menurut John, akan diusulkan Indonesia dalam pertemuan tersebut.

Penciptaan keseimbangan pemajakan ini perlu dilakukan. John bilang, bila hal ini tidak diatasi, negara berkembang dan negara yang diperlakukan tidak adil akan melakukan instrumen-instrumen lain untuk bisa memajaki bisnis digital.

Sumber : www.nasional.kontan.co.id

About Puspa Baresi

Announcer, Producer, Digital Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com