Home / Budaya / Kerajinan Tepak di Sumatera Selatan

Kerajinan Tepak di Sumatera Selatan

TEPAK_SIRIH

Sumber : BertuahPos

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) adalah salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Sumatera Selatan. Banyak potensi di daerah ini, misalnya perkebunan karet dan sawit yang terbentang luas merupakan pemasukandaerah yang cukup besar.

Kabupaten Ogan Komering Ilir terdiri dari beberapa kecamatan di antaranya: Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, Sungai Menang, Mesuji Makmur, Mesuji Raya, Tulung Selapan, Cengal, Pedamaran, Pendamaran Timur, Tanjung Lubuk, Teluk Gelam, Sirah Pulau Padang, Jejawi, Pampangan, Pangkalan Lampam, Air Sugihan, dan Kota Kayuagung.

Jenis produk kerajinan yang di produksi di kabupaten ini juga beragam diantaranya berupa :

  • kerajinan gerabah, kerajinan tirai dari pelepah kelapa sawit,
  • kerajinan tikar sulam dari serat purun, dan kerajinan ukir kayu.

Dari beberapa produk kerajinan tersebut, kerajinan ukir kayu adalah jenis kerajinan yang banyak diproduksi di Kecamatan Kota Kayuagung. Salah satu produk kerajinan ukir kayu yang diproduksi di Kayuagung adalah kerajinan Tepak.

Kini Kecamatan Kota Kayuagung merupakan pusat keramaian di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Bila dikaitkan dengan kebudayaan, adat istiadat dan benda kesenian, di Kota Kayuagung terdapat benda keseniannya seperti yang telah dijelaskan di atas yaitu Kerajinan Tepak.

Kerajinan Tepak adalah suatu benda yang digunakan sebagai tempat kinang atau sejenis Bokor untuk di Jawa yang lazim disebut pekinangan untuk di Indonesia. Tepak di Kecamatan Kota Kayuagung dibuat dari kayu tipis sebangsa papan tipis yang memang dibuat untuk ukuran itu, berbentuk empat persegi panjang yang di dalamnya terbagi dua bagian.

Kerajinan Tepak merupakan peninggalan budaya yang patut dilestarikan. Tepak bagi masyarakat Kayuagung merupakan benda yang tidak dapat dipisahkan dari tatanan kehidupan masyarakat, karena Tepak memiliki arti penting terkait dengan adat dan kebudayaan yang ada di Kayuagung.

Istilah pekinangan yang diangkat dari Bahasa Jawa. Kata kinang berarti sekapur sirih yakni sirih lengkap dengan ramuannya dikinang atau makan sirih. Sirih dengan ramuan tertentu untuk perlengkapan menyirih. Ditempatkan dalam wadah yang khas. Wadah tersebut diberbagai tempat di Indonesia lazim disebut pekinangan. Lebih lanjut pekinangan atau tempat kinang adalah untuk penyimpanan, membawa dari satu tempat ke tempat yang lain, kadang-kadang sekaligus untuk menyajikan. Di dalam kehidupan masyarakat Sumatera Selatan, pekinangan atau tempat kinang biasa disebut dengan istilah Tepak.

Dapat disimpulkan bahwa Tepak yang lazim disebut Pekinangan di Indonesia adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai tempat atau wadah sekapur sirih, yakni sirih lengkap dengan ramuannya. Ramuan tersebut di letakan dalam wadah terbuat dari bahan perak yang disebut cupu, yang diletakkan di bagian atas Tepak.

 Sumber : Skripsi Merky Ali, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta, April 2013

About Puspa Nirwana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com