Home / Budaya (page 5)

Budaya

Dang Adangan di Palembang

timthumb.php

Permainan Dang-adangan berarti saling menghadang yang populer di daerah OKU. Sedangkan di daerah Palembang populer dengan istilah Ulo-cadang.  Adapun di daerah lain, seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta, permainan ini dikenal dengan nama gobak-ongkeh. Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus ataupun iringan musik. Yang diperlukan untuk melangsungkan permainan ini adalah arena bermain berupa sebidang tanah atau tempat terbuka yang bisa dibentuk persegi panjang sekitar 6 x 10 meter atau lebih besar lagi. Pada sisi panjang dibuat pintu atau gawang yang dibatasi bata, batu, atau benda lain. Jumlah pintu atau gawang disesuaikan dengan jumlah anggota regu. Dimana permainan ini terdiri dari dua ...

Read More »

Tarling di Cirebon

tarling

Tarling adalah salah satu jenis musik yang populer di wilayah pesisir pantai utara (pantura) Jawa Barat, terutama wilayah Indramayu dan Cirebon. Nama tarling diidentikkan dengan nama instrumen itar (gitar) dan suling (seruling) serta istilah Yen wis mlatar gage eling (Andai banyak berdosa segera bertaubat). Asal-usul tarling mulai muncul sekitar tahun 1931 di Desa Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.Alunan gitar dan suling bambu yang menyajikan musik Dermayonan dan Cerbonan itu pun mulai mewabah sekitar dekade 1930-an. Kala itu, anak-anak muda di berbagai pelosok desa di Indramayu dan Cirebon, menerimanya sebagai suatu gaya hidup. Trend yang disukai dan populer, di jondol atau ranggon anak ...

Read More »

Nyelimut di Baturaja

1

“Nyelimut” biasanya dilakukan pada saat acara pernikahan, Nyelimut merupakan acara adat dimana orang tertentu yang masih mempunyai aliran keluarga dari orang tua kedua mempelai menyelimutkan sebuah kain panjang kepada kedua mempelai yang tengah berbahagia. Para penyelimut ini memberikan sebuah pantun nasihat yang kelak dapat diamalkan dalam kehidupan berumah tangga. Anggota keluarga yang akan melakukan prosesi “Nyelimut” ini adalah paman,bibi dan uwak dari kedua mempelai. Adat ini bermakna bahwa para sanak family merasa turut berbahagia dan ikut memberikan do’a untuk kedua mempelai. Yang unik dalam acara nyelimut ini adalah bagi para penyelimut yang tidak memiliki pantun, maka harus membayar uang sukarela ...

Read More »

Sejarah Makam Syekh Quro

pintu-gerbang-makam-syekh-quro

Syekh Quro adalah Syekh Qurotul’ain atau Syekh Hasanudin atau Syekh Mursahadatillah. Menurut naskah Purwaka Caruban Nagari, Syekh Quro adalah seorang ulama yang arif dan bijaksana dan termasuk seorang ulama yang hafidz Al-qur’an serta ahli qiro’at yang sangat merdu suaranya. Dia adalah putra seorang ulama besar perguruan islam dari negeri Campa yang bernama Syekh Yusuf Siddik yang masih ada garis keturunan dengan Syekh Jamaluddin Akbar Al-Husaini serta Syekh Jalaluddin ulama besar Mekah. Jika di tarik dan di lihat dari silsilah keturunan, Syekh Hasanudin atau Syekh Quro masih ada garis keturunan dari Sayyidina Husein Bin Sayyidina Ali R.a dengan Siti Fatimah putri ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com