Home / Budaya (page 4)

Budaya

Topeng Menor

Topeng Menor, bukanlah sebutan bagi suatu jenis kesenian. Sebutan itu sebenarnya hanya untuk menunjukkan seseorang sebagai penari topeng. Menor adalah nama lain bagi seorang yang bernama Carini. Ia adalah buah perkawinan dari Sutawijaya (ayah) dan Sani (ibu). Sutawijaya adalah dalang wayang kulit dan Sani dalang topeng. Menor adalah julukan bagi Carini, seorang dalang topeng berdarah Cirebon yang tinggal di Dusun Babakan Bandung, Desa Jati, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang. Sebutan Menor diberikan karena ia adalah satu-satunya anak perempuan dari empat bersaudara keturunan Sutawijaya. Menor adalah nama kesayangan, karena semasa remajanya Carni itu memang menor, alias cantik atau genit. Ia adalah anak ...

Read More »

Teh Obeng

Mungkin, banyak masyarakat di Kepri yang tidak mengetahui, asal muasal nama ‘teh obeng’, sebutan minuman untuk es teh manis atau teh manis dingin. Meski belum bisa diakui seratur persen, namun ada yang percaya sebutan ‘teh obeng’ berasal dari ‘teh apeng’. Dalam bahasa orang Tionghoa di Xi Cia Po, ‘o’ berarti ‘kosong’ dan ‘peng’ berarti es. Dengan demikian, ‘teh apeng’ berarti ‘es teh’ “Karena lidah orang Indonesia, yang awalnya disebut teh apeng lama-kelamaan ucapan tersebut berubah menjadi teh obeng,” kata Tapui, warga Tionghoa di Tanjungpinang. Selain itu, dari sebutan ‘teh apeng’, karena sudah bercampur dengan lidah  Indonesia, akhirnya dulu warga keturunan ...

Read More »

Budaya Tanjak Melayu

Salah satu kekhasan pakaian para lelaki di rantau Melayu adalah penggunaan tanjak atau juga tengkolok yang biasa digunakan di bagian kepala. Meski bentuknya beragam dan beraneka macam, namun seluruh lelaki kaum Melayu hampir memakai ini pada masa dahulu. Dan sekarang, tanjak dan tengkolok biasanya digunakan dalam acara perhelatan dan adat seperti kenduri kawin, pentabalan dan lain sebagainya. Menurut sebuah perspektif, konon, orang-orang Melayu Sriwijayalah yang pertama kali menggunakan tanjak dan tengkolok ini dalam keseharian mereka. Ketika pada tahun 750 Masehi, Sang Jaya Bangsa atau Sang Rama Dhamjaya – Maharaja Sriwijaya yang berpusat di Palembang, Sumatera menyerang kerajaan Langkasuka yang berpusat ...

Read More »

Sansan Tradisi Kayuagung

Pada umumnya adat istiadat kelurahan Paku sama dengan seluruh adat istiadat kayuagung, Kayuagung adalah kecamatan dari kelurahan Paku. Di Kayuagung terdapat berbagai adat, mulai dari adat pernikahan, adat kematian, adat kelahiran, dan adat hari besar (idul Fitri). Nah kali ini kita akan membahas adat perkawinan di Kayuagung, yang di dalamnya terdapat Upacara Adat Baju Pesalin. Upacara Adat Baju Pesalin Baju pesalin untuk kaum laki-laki adalah potongan kebaya panjang terbuat dari bahan kain cita polos atau berbunga. Baju pesalin diberikan pihak laki-laki kepada pihak keluarga besar laki-laki. Adat perkawinan pinang dibelah baju pesalin ini hanya untuk keturunan kedua dan ketiga, yang diambil dari ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com