Home / Budaya (page 4)

Budaya

Alat Musik Dogdog Lojor di Banten

dogdog lojor

Dogdog Lojor adalah salah satu alat musik tradisional yang berasal dari daerah Banten selatan. Alat musik satu ini memiliki bentuk seperti bedug, hanya saja memiliki bentuk yang lebih kecil dan memanjang. Dogdog Lojor ini biasanya digunakan untuk mengiringi berbagai acara adat seperti seren taun, ruwatan dan lain-lain. Asal Mula Dogdog Lojor   Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, Dogdog Lojor ini muncul pertama kali dan berkembang di Kabupaten Lebak, Daerah Banten Selatan. Di sana alat musik ini menjadi salah satu pengiring dan bagian dari ritual adat masyarakat setempat seperti seren taun atau ruwatan. Bagi masyarakat Banten khususnya masyarakat baduy, alat ...

Read More »

Roti Jala

DAPUR-BUNDAFOTO_TEGUH-PRIHATNA-10-e1479740584436

Roti jala tak asing bagi masyarakat Melayu Kepri. Nama lainnya roti kirei. Penganan dari tepung terigu ini terbilang mudah membuatnya. Namun rasanya tak akan sedap bila tak disiram dengan kuah kari yang gurih. Dari bentuknya, penganan ini tergolong unik. Seperti jala yang digulung. Ada pula yang hanya dilipat segitiga. Pola seperti jala itu sangat mudah dibuat. Adonan dari tepung terigu, telur, dan mentega cair diaduk bersama air. Tak lupa menambahkan garam dan penyedap rasa kalau suka. Sebelum ada cetakan khusus, pembuat roti jala hanya menggunakan kaleng susu yang diberi beberapa lubang kecil di bawahnya. Dari lubang-lubang tersebut, adonan mengalir ke ...

Read More »

Kesenian Terbang Gede

1263-kesenian-terbang-gede

Terbang Gede adalah salah satu kesenian tradisional Banten yang tumbuh dan berkembang ketika para penyebar agama Islam menyebarkan ajarannya di Banten. Pada waktu itu, agama Islam masih belum begitu dikenal oleh masyarakat. Maka, para penyebar agama itu berharap bahwa dapat memperkenalkan agama Islam lewat kesenian Terbang Gede. Kemudian, kesenian ini berkembang pesat di lingkungan pesantren dan masjid-masjid, terutama di Kabupaten Serang dan Kota Serang. Nama Terbang Gede diberikan karena salah satu instrumen musik utamanya adalah Terbang Gede (gede). Pada awalnya, kesenian ini berfungsi sebagai sarana penyebaran agama Islam, tetapi kemudian berkembang sebagai upacara ritual seperti: ngarak penganten, ruwatan rumah, syukuran bayi, hajat bumi, ...

Read More »

Tari Penguton Kayuagung

Menteri-Pariwisata-Arief-Yahya-disambut-Tarian-Penguton-ketika-mendarat-di-Bandar-Udara-Sultan-Mahmud-Baddarudin-II-Palembang-dalam-rangka-kunjungan-kerjanya-ke-ibukota-Provinsi-Sumsel.

Tari Penguton adalah tari adat Ogan Komering Ilir, tepatnya berasal dari Marga Kayuagung yang dalam pelaksanaannya merupakan unsur yang menyatu dengan adat penyambutan tamu. Hal ini sesuai dengan namaya yang berasal dari bahasa Kayuagung “Uton”, berarti penyambutan. Tari memiliki sifat resmi dan tercatat dalam naskah tua kayuagung seperti panda kitbag hokum adat dan pediment hokum adat elite yang debut oleh Poyang Setiaraja dan dibantu jurutulisnya Setiabanding Sugih. Jumlah penarinya ada sembilan orang “Morge Siwe”. Tari ini diyakini termasuk cikal bakal tari-tarian yang ada didaerah-daerah Sumatera Selatan (Khususnya Tari Gending Sriwijaya). Tari Penguton dari sejarahnya, tarian ini lahir pada tahun 1889 ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com