Home / Budaya (page 30)

Budaya

Acara Midang Ramaikan Kota Kayuagung

Acara arak araan midan merupakan adat Kayuagung sejak abad ke – 17 silam, hingga kini adat midang tetap terus  terjaga kelestariannya. Umtuk masyarakat yang datang kekayuagung pada saat lebaran tidaklah lenglap bila belum menyaksikan tradisi midang arak araan pengantin yang mengelilingi sembilan kelurahan atau morge. Tradisi ini berawal abad ke-17. dari perseteruan dua keluarga saat mau menikahkan anak mereka. Sang gadis berasal dari keluarga yang terpandang, sedangkan bujang atau laki-laki berasal dari keluarga miskin yang berkepribadian luhur. Lantaran berbeda status, pihak keluarga sang gadis meminta sejumlah syarat. Kereta hias menyerupai naga dan pengumuman dari pihak pria kepada masyarakat setempat jadi ...

Read More »

Patahnya Gunung Daik (Bunda Tanah Melayu) Bercabang Tiga

Dahulu Daik hampir seratus tahun menjadi pusat kerajaan Riau-Lingga, yang kini menjadi ibu kota Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga-Kepulauan Riau (Kepri). Disini ada gunung bercabang 3 menarik hati yang sayangnya kini tidak terlihat lagi. Dulunya “Gunung Daik” yang menjulang tinggi di Pulau Lingga memiliki tiga cabang. Itulah sebabnya,orang-orang sering menyebutnya “Gunung Daik Bercabang Tiga”. Menurut cerita cabang gunung itu memiliki nama sendiri-sendiri. Cabang yang Tertinggi disebut dengan Gunung Daik, Cabang Menengah disebut Pejantan sedangkan Cabang Terendah disebut Cindai Menangis. Sekarang Cabang Cindai Menagis tidak terlihat lantaran sudah lama patah. Konon, diantara ketiga cabang, cabang terendah itulah atau Cabang Cindai Menangis yang ...

Read More »

Calung Renteng Kesenian Khas Banten

Calung Renteng atau Calung Runtuy merupakan deretan buluh-buluh bambu yang di tata serta panjangnya berurutan sesuai nadanya. Deretan buluh-buluhnya di ikat yang merupakan untaian yang selanjutnya di rentangkan pada dua batang bambu yang melengkung. Di tabuh memakai dua slat pukul (panakol) dan di pegang oleh tangan kiri satu dan tangan kanan satu. Bergerak dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Ada pula buluh­buluh tersebut merupakan untaian pada tali. Ujung satunya yaitu buluh yang paling pendek di ikatkan pada tiang atau pohon. Ujung yang satunya lagi, talinya di ikatkan pada pinggang si penabuh. Di tabuh menggunakan dua alat pemukul (panakol) dari atas ...

Read More »

Tari Merak Dari Pasundan Jawa Barat

Tari Merak merupakan tarian kreasi baru dari daerah Pasundan, Jawa Barat. Tarian ini diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri, seorang koreografer tari Sunda pada tahun 1950-an. Pada tahun 1965, tarian ini kembali diperkenalkan dengan kreasi gerak baru oleh Irawati Urban, seorang wanita pecinta seni tari yang berasal dari daerah Bandung, Jawa Barat. Di daerah Pasundan, tari Merak seringkali dimainkan ketika menyambut kedatangan tamu kehormatan dalam sebuah acara. Dalam sebuah pesta pernikahan adat Sunda, Tari Merak seringkali menjadi tari menyambut kehadiran pengantin lelaki yang hendak berjalan menuju pelaminan. Dalam sebuah pertunjukan, tari Merak umumnya dimainkan oleh seorang atau beberapa orang penari wanita. ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com