Home / Budaya (page 3)

Budaya

Geger Cilegon

geger-cilegon-1888-perlawanan-rakyat-banten-terhadap-kezaliman

Perlawanan yang dikobarkan Ki Wasyid bersama para tokoh Banten dalam Geger Cilegon dilatarbelakangi kesewenang-wenangan Belanda yang saat itu merupakan peralihan terhadap kependudukan Belanda di Banten. Kebencian masyarakat makin memuncak saat masyarakat tertekan dengan dua musibah yakni dampak meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda (23 Agustus 1883) yang menimbulkan gelombang laut yang menghancurkan Anyer, Merak, Caringin, Sirih, Pasauran, Tajur, dan Carita. Selain itu musibah kelaparan, penyakit sampar (pes), penyakit binatang ternak (kuku kerbau) membuat penderitaan rakyat menjadi-jadi. Di tengah kemelut ini, kebijakan pemerintah Belanda yang mengharuskan masyarakat membunuh kerbau karena takut tertular penyakit membuat warga makin terpukul. Belum lagi, penghinaan Belanda ...

Read More »

Sri Baduga Situ Buleud, Purwakarta

20160111173248-3-taman-sri-baduga-di-purwakarta-003-dru

Ada yang menarik di balik megahnya air mancur Sri Baduga Maha Raja, yang terletak di taman kota Sri Baduga Situ Buleud, Purwakarta, Jawa Barat. Sosok itu ialah patung Sri Baduga, atau lebih dikenal dengan Prabu Siliwangi, dari kerajaan Sunda. Patung itu berdiri megah di tengah tengah air mancur terbesar se-Asia tenggara itu. Bupati Dedi Mulyadi, orang yang menggagas berdirinya air mancur Sri Baduga Maharaja, menyebutkan alasan mengapa Prabu Siliwangi menjadi ikon termasuk penamaan air mancur tersebut. Sri Baduga Maha Raja Prabu Siliwangi, adalah sosok raja yang membangun kepemimpinannya melalui nilai kasih sayang. Sehingga dalam memimpin kerajaan dia memiliki sisi sosial ...

Read More »

Eks Gedung Kewedanaan Labuan

gedung-kewedanaan-labuan

Bangunan Gedung Kewedanaan Labuan terletak di Jalan Pegadean, Kelurahan Labuan, Kecamatan Labuan. Berbentuk bujur sangkar, yang merupakan salah satu ciri arsitektur masa kolonial, sehingga bila terlihat tampak muka, simetris yang kokoh. Denah simetris ini memberikan kemudahan untuk melakukan penambahan pada samping bangunan. Bentuk bangunan ini berbentuk sederhana bergaya joglo dan memiliki sudut lancip di tengahnya. Penutup atap terbuat dari genteng. Pada bagian badan terdapat jendela dan pintu berukuran besar. Pada setiap dua jendela kaca terdapat daun jendela yang terbuat dari susunan kayu horisontal (jalosie window) sebanyak 4 buah pada masing-masing sisi bangunan. Tiga perempat daun pintu berbentuk jalosie window, sementara ...

Read More »

Rumah 100 Tiang

rumah 100 tiang

Rumah Limas Pangeran Redjed Wira Laksana atau warga setempat lebih mengenal dengan sebutan rumah 100 tiang ini, yg terletak di Di Desa Sugih Waras, Kec. Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kondisinya masih asli dengan. Rumah 100 tiang yang berukuran 36 x 15 meter yang usianya genap 200 tahun (dibangun pada tahun 1811) dan berada di pinggir Sungai Komering ini memiliki arsitektur yang masih asli, yaitu percampuran Cina dan Melayu. Menurut salah satu keturunan ke- IV, Sabariah binti Dipati Muhammad Ali Besar,  rumah limas ini merupakan rumah limas yang paling lengkap ornamennya dengan kondisi rumah yang masih asli bangunannya. ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com