Home / Budaya (page 20)

Budaya

Tradisi Munggahan

Orang Sunda merupakan salah satu suku yang masih memegang teguh tradisi yang mereka miliki dan melestarikannya. Salah satu tradisi yang hingga saat ini masih dilakukan adalah tradisi Munggahan. Tradisi ini merupakan bentuk syukur atas akan datangnya bulan Ramadhan. Karena itulah pelaksanannya pun selalu diadakan sehari sebelum dan saat hari pertama puasa. Selain itu, di setiap kota di Jawa Barat mungkin memiliki sedikit perbedaan dalam menjalani tradisi ini, namun tradisi ini adalah hal wajib bagi masyarakat Sunda. Salah satu kesamaannya yakni berkumpulnya anggota keluarga untuk bersilaturahmi, berdoa bersama, dan makan sahur bersama. Kata Munggahan sendiri berasal dari “munggah” yang berarti naik. Salah satu ...

Read More »

Permainan Papancahan

Permainan tradisional ‘papancakan’ ini dimainkan dengan cara menumpuk 7 batu bulat, yang lalu dilempar dengan bola yang terbuat dari gedebog (batang) pisang. Permainan tradisional seperti papancakan ini bukan hanya mengajak anak bermain, namun juga belajar. Sumber : www.bandung.bisnis.com

Read More »

Makam Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah dilahirkan Tahun 1448 Masehi. Ayahanda Syekh Syarif Hidayatullah adalah Syarif Abdullah, seorang dari Kesultanan Mamluk Mesir keturunan ke 17 Rasulullah SAW, bergelar Sultan Maulana Muhamad, sedangkan Ibunda Syekh Syarif Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang (setelah masuk Islam berganti nama menjadi Syarifah Muda’im) adalah Putri Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran. Syekh Syarif Hidayatullah berkelana untuk belajar Agama Islam dan sampai di Cirebon pada tahun 1470 Masehi. Syekh Syarif Hidayatullah dengan didukung uwanya, Tumenggung Cerbon Sri Manggana Cakrabuana alias Pangeran Walangsungsang dan didukung Kesultanan Demak, dinobatkan menjadi Raja Cirebon dengan gelar Maulana Jati pada tahun 1479. ...

Read More »

Kesenian Rudat

Rudat berasal dari kata Raudhah yang berarti, “taman bunga”, (Arab) muncul di Banten sejak adanya dakwah Islam dengan cara melantunkan syair syair Syaikh Ja’far al-Barzanji. Rudat sudah banyak terlihat  pada zaman Sultan Ageng Tirtayasa (Abad 16 M). keberadaan Rudat tidak bisa lepas dari Tarekat, diantaranya adalah Tarekat Samaniyah dan sebagainya, selanjutnya Rudat digunakan untuk mengiring atraksi yang sekarang dikenal dengan Debus, Bandrong (seni bela diri),  dan khusus untuk di Desa Bantarwaru kecamatan Cinangka Serang,  Rudat sering digunakan untuk mengiring Pengantin. Bahkan pada masa kolonial  Rudat digunakan untuk membangkitkan semangat jihad melawan penjajah. Menurut beberapa orang penggiat kesenian  khas Banten, dahulu ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com