Home / Budaya (page 18)

Budaya

Adat Istiadat Kayuagung

Adat istiadat merupakan suatu tradisi yang sudah sejak turun temurun menjadi aturan bagi setiap kebiasaan disetiap daerah masing – masing.Adat istiadat khususnya Adat daerah Kayuagung atau yang disebut Adat Morge Siwe (adat sembilan marga) dalam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terdiri dari beberapa adat seperti :  Adat Bujang dan Gadis Sebelum Keperkawinan ( kepernikahan ) Adat Perkawinan (adat pernikahan) terdiri dari : Adat Setinong-tinong ( salaing memaklumi) Adat Sepinong-pinong ( sederhana) Adat Pinang dibelah (adat yang pokok saja atau asal memenuhi syarat adat) Adat Mabang Handak ( Burung Putih) adat yang penuh beradat. Adat Midang ( pawai budaya) Adat Marhaban ...

Read More »

Bendungan Pamarayan

Bendungan gerak Pamarayan berlokasi di Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang selesai dibangun pada tahun 1997 ini merupakan pengganti dari bendung lama yang dibangun pada zaman pemerintahan Belanda. Namun disayangkan bendungan tersebut sudah mengalami kerusakan berat pada tahun 1994. Bendungan Pamarayan baru dengan model bendungan gerak ini, menggunakan teknologi modern, yaitu dengan menggunakan pintu gerak yang dikendalikan secara otomatis melalui tenaga listrik dengan daya yang tinggi. Bendungan atau Dam Pamarayan merupakan salah satu peninggalan arsitektur masa kolonial Belanda di Banten yang masih kokoh berdiri. Bendungan pamarayan memiliki 10 buah pintu pengatur air terbuat dari lempengan baja yang masing-masing diapit oleh tiang-tiang ...

Read More »

Candi Jiwa Karawang

Candi Jiwa yang dikenal sebagai Unur Jiwa, terletak di tengah areal persawahan berupa gundukan tanah yang berbentuk oval setinggi 4 meter dari permukaan tanah. Bangunan yang berukuran 19 x 19 meter dengan tinggi 4,7 meter ini tidak mempunyai tangga masuk dan di bagian permukaan atas terdapat susunan bata yang melingkar dengan garis tengah sekitar 6 meter yang diduga merupakan susunan dari bentuk stupa. Nama Candi Jiwa diberikan penduduk karena setiap kali mereka menambatkan kambing gembalaannya di atas reruntuhan candi tersebut, ternak tersebut mati. Candi yang ditemukan di situs ini seperti candi Jiwa, struktur bagian atasnya menunjukkan bentuk seperti bunga padma ...

Read More »

Masjid Lawang Kidul Palembang

Kiai Muara Ogan yang memiliki nama asli Massagus Haji Abdul Hamid selain membangun Masjid Kiai Muara Ogan juga membangun Masjid Lawang Kidul. Masjid ini terletak di muara Sungai Lawang Kidul, berdiri diatas tanjung muara pertemuan Sungai Lawangkidul dengan Sungai Musi. Dibangun pada tahun 1310 H (1890 M), masjid ini diberi nama Lawang Kidul, sesuai dengan posisi pintu utama masjid yang menghadap selatan, berhadapan langsung dengan Sungai Musi. Dilihat dari posisi kedua masjid peninggalan Kiai Muara Ogan berada di tepi Sungai Musi, besar kemungkinan sebagian besar aktifitas beliau berada di kawasan perairan Sungai Musi. Biasanya beliau menggunakan perahu kayu mengarungi Sungai ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com