Home / Budaya (page 15)

Budaya

Rampak Bedug

Kata “bedug” sudah tidak asing lagi bagi telinga bangsa Indonesia. Bedug terdapat di hampir setiap masjid, sebagai alat atau media informasi datangnya waktu­ shalat wajib 5 waktu. Demikian juga dengan seni bedug semacam ngabedug. Kata “rampak” mengandung arti “serempak” juga banyak. Jadi “rampak bedug” adalah seni bedug dengan menggunakan waditra berupa “banyak” bedug dan ditabuh secara “serempak” sehingga menghasilkan irama khas yang enak didengar. Seni rampak bedug adalah kesenian tradisional masyarakat pandeglang dan sekitarnya yang merupakan titik kulminasi estetik dari tradisi ngadu bedug yang biasa dilakukan warga pada perayaan hari raya iedul fitri atau iedul adha. Tahun 1950-an merupakan awal ...

Read More »

Tradisi Papajar

Sebuah kebiasaan di penghujung bulan Sya’ban untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan hampir tidak pernah terlewatkan begitu saja oleh sebagian urang Cianjur. Sebuah tradisi yang entah kapan berawal, tapi kebiasaan ini terasa begitu marak sejak sekitar tahun 80-an. Tradisi itu dikenal dengan sebutan papajar. Masyarakat Muslim Cianjur seminggu atau beberapa hari sebelum datangnya bulan Ramadhan sudah mempersiapkannya. Mereka menyiapkan segala keperluan untuk piknik bersama keluarga, tetangga, teman sekolah, atau rekan kerja. Mereka pergi ke tempat wisata yang tidak begitu jauh. Tempat wisata yang dituju biasanya tempat yang bisa secara bebas makan-makan di tempat terbuka . Daerah sekitar Bendungan Cirata, seperti ...

Read More »

Karesidenan

Karesidenan adalah pembagian administrasi pemerintahan pada zaman pemerintahan Belanda. Satu Karesidenan terdiri dari beberapa Kabupaten dan dikepalai oleh seorang Residen. Tidak semua daerah di Indonesia pernah ada karesidenan. Hanya di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Lombok dan Sulawesi. Yaitu daerah daerah yang penduduknya banyak. Pada zaman Pemerintahan R I bentuk Karesidenan masih dipakai sampai sekitar tahun 1950an. Setelah itu tidak ada lagi bentuk Karesidenan. Akan tetapi penggunaan istilah Karesidenan, atau lebih tepatnya eks Karesidenan , masih dipakai seperti pengelompokan nomor plat kendaraan bermotor dan penamaan regional pada daerah tertentu. Daftar Karesidenan di Indonesia : Nama Karesidenan Dalam Ejaan Indonesia dan ...

Read More »

Perkawinan Mabang Handak

Kayuagung dikenal dengan masyarakat adatnya yang disebut dengan morge siwe yang penduduknya dominan dari 9 desa, yaitu Kayuagung Asli, Perigi, Kutaraya, Kedaton, Korte (sekarang Jua jua), Sidakersa, Mangunjaya, Paku dan Sukadana. Salah satu acara yang terdapat di masyarakat adat morge siwe khususnya di desa Sukadana adalah perkawinan mabang handak. Perkawinan mabang handak adalah salah satu perkawinan yang ada dan dilaksanakan oleh masyarakat adat morge siwe yang menggunakan prosesi adat perkawinan secara lengkap. Proses perkawinan mabang handak terdiri dari proses persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Acara mabang handak adalah rangkaian upacara perkawinan yang menggunakan prosesi adat yang lengkap dan beralur. Sumber : ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com