Home / Budaya / Bahasa Daerah Palembang

Bahasa Daerah Palembang

ampera_palembang

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Palembang

Bahasa Plembang atau lebih dikenal sebagai Bahasa Palembang adalah bahasa yang dipertuturkan oleh masyarakat Palembang dengan jumlah penutur asli diperkirakan 1,455 juta orang. Namun untuk jumlah penutur seluruhnya (termasuk untuk bahasa kedua) diperkirakan 10,3 juta orang.

Bahasa Palembang mempunyai dua tingkatan, yaitu baso Pelembang alus atau bebaso dan baso Pelembang sari-sari. Baso Pelembang alus dipergunakan dalam percakapan dengan pemuka masyarakat, orang-orang tua, atau orang-orang yang dihormati, terutama dalam upacara adat. Sementara itu, baso sehari-hari dipergunakan oleh wong Palembang dan bahasa penghubung masyarakat Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Antara Bahasa Alus dengan Bahasa Sari-sari memiliki perbedaan yang sangat jauh sehingga bisa dikatakan kedua bahasa ini merupakan bahasa sendiri-sendiri.

Bahasa Plembang Sari-sari adalah bahasa yang dituturkan masyarakat Palembang Sehari-hari (Sari-sari=sehari-hari). Bahasa ini diperkirakan berkembang pesat antara ketika runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan terbentuknya Kesultanan Palembang Darussalam. Bahasa ini berakar dari Bahasa Melayu yang digunakan pada masa berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Ditemukannya Prasasti Kedukan Bukit yang bertarikh 682 Masehi, yang menjadi prasasti tertua berbahasa Melayu, Bahasa Melayu diperkirakan berasal dari Palembang (Sriwijaya) yang kemudian berkembang ke berbagai daerah yang terkena Pengaruh Kerajaan Sriwijaya. Bahasa Palembang dituturkan oleh sebagian besar masyarakat Sumatera Selatan sebagai bahasa kedua.

Bahasa Palembang Alus atau Bahasa Palembang Asli (Bebaso) merupakan bahasa yang digunakan masyarakat Palembang yang biasanya dituturkan untuk orang-orang yang dihormati atau yang usianya lebih tua. Seperti dipakai oleh anak kepada orang tua, menantu kepada mertua, murid kepada guru, atau antar penutur yang seumur dengan maksud untuk saling menghormati, karena Bebaso artinya berbahasa sopan dan halus. Bahasa Palembang Alus berkembang bersamaan dengan berkembangnya Bahasa Palembang Sari-Sari yang digunakan sekarang. Walaupun kosakatanya mempunyai kemiripan dengan Bahasa Jawa, namun bukan berarti Bahasa ini berakar dari Bahasa Jawa. Hal ini lebih disebabkan oleh hubungan kemasyarakatan (kultural) antara masyarakat Palembang (Sriwijaya saat itu) dan masyarakat Jawa, sehingga terjadi akulturasi antara kedua bahasa yang digunakan oleh masyarakat Palembang dan Jawa.

Dan kali ini, kita akan belajar bahasa Palembang, yaitu mengenal Kata “Cak Mano”:

Cak mano dalam bahasa Indonesia nya mempunyai arti bagaimana. Contoh percakapannya adalah “Cak mano ni? pacak dak lulus kito ni” artinya “Bagaimana ini? Bisa tidak lulus kita”.

Masih banyak ragam kata yang berasal dari daerah Palembang ini. Sahabat Etnikom bisa simak selengkapnya di Etnikom Untuk Indonesia, yang disiarkan setiap hari senin sampai jumat jam 10.00 – 12.00 di 106,2 FM Bens Radio Jakarta dan di relay live ke 12 Radio Etnikom.

Radio

106,2 FM Bens Radio

96,9 ADS Radio – Cikampek

106 GSP Radio – Pamanukan

89,2 Cirebon Radio – Cirebon

96,2 Pasundan Radio – Cianjur

95,2 Bandung Radio – Bandung

93,7 Krakatau Radio – Labuan

95,3 Banten Radio – Cilegon

89,8 Serang Radio – Serang

94,3 Sriwijaya Radio – Palembang

90,4 Kayuagung Radio – Kayuagung

103,1 Baturaja Radio – Baturaja

91,7 Serumpun Radio – Batam

Sahabat Etnikom bisa klik di www.bensradio.com , Channel 512 Indovision dan mendengarkan di masing-masing Radio Unit di daerahnya.

Sumber : www.id.wikipedia.org | www.vancanon.blogspot.co.id

About Puspa Baresi

Announcer, Producer, Digital Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com