Home / Budaya / Alat Musik Ghazal

Alat Musik Ghazal

Alat_Musik_Ghazal_17_03_2015__11_07_07Musik ghazal merupakan salah satu jenis musik tradisional yang berkembang di tanah Melayu, salah satunya di Kepulauan Riau.Ghazal memadukan keindahan musik dan kedalaman makna syair.

Asal-usul
Ghazal merupakan salah satu jenis musik yang berkembang di Kepulauan Riau. Salah satu wilayah yang menjadi tempat berkembangnya permainan musik ini adalah Pulau Penyengat yang merupakan salah satu dari gugusan pulau-pulau di Kepulauan Riau. Pulau Penyengat terletak di sebelah Pulau Bintan.

Mayoritas masyarakat Pulau Penyengat beragama Islam dan inilah yang menjadi alasan mengapa kesenian yang berkembang di pulau ini kental dengan kebudayaan Islam. Salah satu jenis kesenian yang bercorak Islam itu adalah musik ghazal. Islam yang dibawa oleh kaum saudagar Arab dan persia mulai masuk ke wilayah Kepulauan Riau sejak abad ke-18. Selain bermaksud untuk berniaga, kaum pedagang asing itu ersebut juga membawa agama, kebudayaan, dan berbagai macam kesenian.

Musik ghazal merupakan hasil perpaduan antara kebudayaan yang dibawa oleh pendatang dengan kebudayaan setempat. Perpaduan konsep musik ghazal dengan budaya dan tradisi setempat ini memunculkan bentuk budaya baru. Salah satu kekhasan musik ghazal masyarakat Melayu dibanding bentuk musik ghazal aslinya adalah adanya syair-syair Melayu dalam permainan musik tersebut.

Di daerah asalnya, Persia dan kawasan Arab lainnya, ghazal merupakan bentuk puisi berima yang setiap barisnya memiliki bentuk yang sama. Puisi ini merupakan bentuk ekspresi rasa sakit karena kehilangan atau perpisahan. Ghazal juga merupakan bentuk ekspresi rasa cinta meski di dalamnya terdapat rasa sakit yang diderita itu. Penyair mistik Persia, Jalaludin Rumi, adalah orang pertama yang menulis jenis syair ini pada abad ke-13.

Masuknya musik ghazal di Kepulauan Riau tidak lepas dari peran seorang tokoh bernama Lomak. Awalnya, Lomak menyebarkan ghazal di daerah Johor, Malaysia. Lambat-laun, ghazal berkembang ke berbagai daerah di sekitarnya, termasuk Pulau Penyengat. Masyarakat Melayu menggunakan musik ghazal sebagai sarana dakwah Islam melalui pelantunanRubaiyat Oemar Khayam. Namun, sebelum musik ini berkembang, yang pertama kali dilakukan oleh Lomak adalah mengembangkan musik ghazal agar diterima oleh masyarakat Melayu. Musik ghazal yang mulanya kental dengan budaya Arab kemudian dimelayukan dengan variasi alat musik dan syairnya.

Di Pulau Penyengat, permainan musik ghazal mendapat sambutan positif. Ini terbukti dengan pemberian ruang kepada musik ini untuk berkembang. Sambutan itu muncul bukan hanya dari kalangan masyarakat, namun juga pemerintah daerah. Suasana yang kondusif itulah yang mendorong kemunculan berbagai kelompok musik ghazal di Pulau Penyengat.

Sumber : www.rajahajifisabilillah-airport.co.id

About Puspa Baresi

Announcer, Producer, Digital Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com